Umar Menjawab : DEMI Allah andaikan dia berdiri sampai malam, maka aku tidak akan meninggalkannya kecuali untuk shalat. Begitulah komitmen Umar Radhiyallahu anhu untuk setia mendengarkan taushiah (nasehat) wanita renta di pinggir jalan. Padahal ketika itu Umar adalah seorang khalifah. Khalifah itu pemimpin dunia Islam, bukan negara, atau kerajaan yang dinamakan sultan dsb.
Siapa pun yang mengetahui kisah ini akan semakin kagum
kepada Umar. Ia rela menghentikan langkahnya, lalu mendengar dengan seksama
petuah wanita itu meski dalam waktu lama. Ini adalah teladan luar biasa yang
tidak banyak dilakukan manusia, apalagi orang yang merasa telah menempati
posisi terhormat di masyarakat.
[ Al Qur'an ] Mereka mempunyai hati, tetapi tidak
dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata
(tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan
mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar
(ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat
lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.(Al-Araf [7]: 179)
Hikmah dari
kisah dan dalil itu ialah bahwa :
Tersumbatnya
informasi langit berakibat fatal. Manusia bisa gagal menjadi baik. Jadi, Allah
Yang Maha Bijaksana tidak pernah menutup pintu informasi tersebut bagi
hamba-Nya. Inilah yang diterangkan Allah Taala dalam al-Quran:
Sesungguhnya mahluk bergerak yang bernyawa yang
seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang tuli dan bisu yang
tidak mengerti apa-apapun. Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada
mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar.(Al-Anfal 8: 22-23)
Setiap informasi dari kitabullah dan hadist, sunnah
para Nabi, Shahabat, Tabiin yang berkilau telah terjamin mengenai peluang
kebaikan didalamnya, itulah sebenarnya temuan paling berharga.
Terlebih dizaman ini, jadi tidak mengherankan bila
Allah Ta ala menyebutkan bahwa sikap ambisius untuk berburu INFORMASI kebaikan
dengan menyeleksi secara seksama setiap ucapan tentang PETUNJUK ALLAH adalah
ciri pertama kepribadian para hamba-Nya.
Hidayah Barang Termahal, Pencariannya harus serius
melebihi aktifitas apapun didalam kehidupan, berjuang dalam ketaatan yg
mengikuti para Nabi-Shahabatnya barulah Allah akan menunjukkan dan membukakan
hatinya, Cahaya kedalam dada seseorang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar