Rabu, 22 Juni 2016

HIJRAH DAN KEBANGKITAN DUNIA ISLAM



HIJRAH DAN KEBANGKITAN DUNIA ISLAM
Oleh: Nur Maulidayani

A.    Pendahuluan
Tercatat dalam sejarah bahwa telah banyak yang dilakukan Rasulullah Saw  demi kemakmuran dan kejayaan serta kebangkitan dunia  Islam ini. Seperti Berdakwah, melakukan hijrah , bahkan  peperangan pun sampai terjadi. Demi mempertahankan Islam.
Penyiksaan dan kekejaman yang dilakukan bani Quraisy terhadap umat muslim yang diluar batas kemanusiaan,  sampai-sampai ketika sholat mereka dilempari kotoran, dihalangi untuk tawaf di ka’bah dan lain sebagainya, membuat Nabi Muhammad Saw teriris hatinya,ia merasa sangat sedih dengan keadaan  umat muslim, akibat dari kekejaman yang dilakukan bani Quraisy.sehingga Nabi Muhammad Saw  memutuskan untuk melakukan hijrah.
 Hijrah yang pertama yang dilakukan Nabi Muhammad Saw adalah hijrah ke Habsyi.
Hijrah ke habsyi yang pertama ini dilakukan Nabi Muhammad Saw  guna untuk menghindar dari gangguan, siksaan dan ancaman bani Quraisy. Kepergian Umat Islam ke Habsyi mendapat sambutan yang hangat dari Raja Nejus.
 Walaupun Umat Muslim berada di Habsyi , Namun Rasulullah Saw tetap tinggal di kota Mekah . Ia terus berusaha menyebarkan ajaran  islam  kepada Masyarakat Bani Quraisy.Umat Muslim yang Hijrah ke Habsyi yang  Pertama berlangsung selama dua bulan.
B.Pembahasan
L. Stoddart[1] mengatakan peristiwa hijrah seolah mengubah padang pasir Timur Tengah menjadi mesiu yang disulut dari Madinah dan meledakkan Jazirah Arab seluruhnya. Namun, sebagaimana dijelaskan Ahzami Samiun Jazuli dalam Hijrah dalam pandangan Al Quran, secara global, tujuan hijrah adalah senantiasa meninggalkan segala yang dilarang Allah dengan berpindah untuk melaksanakan segala yang diperintahkan-Nya menuju jalan kebajikan dan kemaslahatan.Umat Islam wajib melakukan hijrah apabila diri dan keluarganya terancam dalam mempertahankan akidah dan syari’ah Islam.



Perintah berhijrah terdapat dalam beberpa ayat Al-Qur’an, antara lain:
  QS.Al-Baqarah:[2]                                                                     
  “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharpakn rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
 QS.Al-An’fal:74.[3]
  “Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang mujairin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (ni’mat) yang mulia“.       
  Hijrah sebagai salah satu prinsip hidup yang harus senantiasa dimaknai dengan benar, hijrah harus dilakuakan atas dasar niat karena Allah dan tujuan mengarah pada  rahamat dan keridhaaan Allah. Hijrah sendiri dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw dan umatnya pada zaman itu disebabkan karena kota mekkah mendapatkan berbagai ujian dan cobaan yang tiada henti-hentinya.Maka dari itu Nabi Muhammad Saw pun berhijrah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi demi mempertahankan dan menegakkan risalah islam dari orang-orang kafir.
Syarat untu berhijrah yaitu: 
1.   Ada sesuatu yang ditinggalkan
2.   Ada sesuatu yang dituju (tujuan).

   Kedua-duanya harus dipenuhi oleh seorang yang berhijrah. Meninggalkan segala hal yang buruk, negative, maksiat, kondisi yang tidak kondisif, menju keadaan yang lebih yang lebih baik, positif dan kondisi yang kondusif untuk menegakkan ajaran Islam. Dalam realitas sejarah hijrah senantiasa dikaitkan dengan meninggalkan suatu tempat, yaitu adanya peristiwa hijrah Nabi dan para sahabat meninggalkan tepat yang tidak kondisuf untuk berdakwah. Bahkan peristiwa hijrah itulah yang dijadikan dasar umat Islam sebagai permulaan tahun Hijriyah. Hijrah dan jihad dapat dilakukan dengan mengorbankan apa yang dimiliki, termasuk  harta , benda, bahkan jiwa sekalipun.
   Banyak halangan dan gangguan yang dialami Nabi Muhammad Saw dan para sahabat dalam  mendakwahkan Islam di Mekah, seperti cemoohan,dan cacian, intimidasi melalui pengaruh para pembesar kafir Quraisy, mendatangkan  penyair terkemuka untuk menyaingi Al-Qur“an , melempari dengan batu dan kotoran, serta  penyiksaan secara fisik. Dengan keadaan yang begitu menyedihkan dan Hati Rasulullah tidak tahan melihat penyiksaan yang dilakukan Bani Quraisy Terhadap Umat Muslim, akhirnya Nabi Muhammad Saw  memutuskan untuk hijrah ke Habsyi, untuk menyelamatkan Keimanan Umat Muslim yang terus-menerus dirongrong kaum kafir Qurasy dan untuk keselamatan jiwa mereka. Rasulullah Saw. Memerintahkan  Umatnya menuju Habsyi karena saat itu raja mereka terkenal adil dan tidak menzalimi orang lain, yang dikenal dengan raja Nejus.[4] Meskipun Umat muslim berada di habsyi, Namun Rasulullah Saw tetap berada di mekah dan terus melakukan dakwahnya di sana.   
Misi Nabi Muhammad Saw  dalam dakwahnya adalah tidak lain hanya untuk kesejahteraan manusia dan bangsa.
1.       Mengajarkan kepada manusia tentang akidah dan larangan menyembah selain allah SWT.
2.       Memberi kabar gembira kepada manusia yang menaati perintah Allah SWT. Dan kabar duka kepada mereka yang  mengingkarinya.
3.       Mengajarkan manusia berakhlak terpuji  dan melarang berbuat kemungkaran.
4.       Mengajarkam  hal-hal yang berhubungan  dengan ibadah.
5.       Mengajarkan  persamaan derajat sesame manusia di hadapan Allah SWT.
   Umat muslim yang Hijrah ke Habsyi  yang  Pertama berlangsung selama dua bulan. Setelah itu mereka kembali lagi ke Mekah. Namun ternyata kenyataannya  bani Quraisy semangkin geram, mereka semangkin memperkuat penganiyayaan terhadap umat islam, yang disebabkan karena Bani Quraisy merasairi hati karena melihat keberhasilan umat islam bertahan dan mendapat perlindungan di Habsyi serta semakin banyak jumlah pemeluknya di kota Mekah. Oleh karena itu Nabi Muhammad Saw menyarankan agar kembali Hijrah ke habsyi  untuk menghindari keadaan yang menyedihkan yang disebabkan oleh kekejaman dan penyiksaan yang di lakukan Bani Quraisy.

   Namun setelah Umat islam Hijrah kembali ke Habsyi Untuk yang kedua, namun Bani Quraisy tetap tidak tinggal diam Bani Quraisi tetap saja berusaha untuk menghancurkan Peradaban  umat islam, sampai akhirnya Bani Quraisy semangkin gencar untuk menyebarkan isu kebohongan mengenai ajaran yang dibawa Nabi Muhammad Saw . Dan berusaha untuk mempersempit gerak langkah  perjuangan islam. Setelah tahun kesepuluh kenabian Bani Quraisy semangkin berani mengganggu dan menyakiti Nabi Muhammad Saw yang  di,sebabkan karena telah meninggal dunia  dua orang yang dicintai  Nabi Muhammad saw , yaitu  Siti Khadijah dan Abu Thalib, kedua orang ini adalah pembela dan pelindung yang sangat tabah kuat dan  disegani  masyarakat mekah. Karena penderitaan yang dialami  Nabi Muhammad Saw  semangkin hebat . Rasulullah bersama zaid  berencana pergi ke Thaif ,[5] guna untuk meminta pertolongan serta perlindungan dari keluarganya yang berada di Thaif. Nabi Muhammad Saw berharap agar dakwahnya diterima dengan baik oleh masyarakat thaif. Namun ternyata harapan Nabi Muhammad  tidaklah mendapat  respon yang baik, mereka tidak mau memberikan pertolongan dan perlindungan untuk Nabi Muhammad Saw.  Bahkan Rasulullah Saw  diusir dan dihina dengan cara yang tidak manusiawi.                                                                                               
   Perlakuan yang dilakukan Masyarakat Thaif  membuat hati  Rasulullah sedih, sebab ia tidak mendapatkan pertolongan dan perlindungan dari sanak saudaranya di Thaif  dan bukan hanya itu saja tubuh Rasulullah Saw pun terluka yang disebabkan karena Masyarakat Thaif  melempari Rasulullah Saw dengan batu hingga ia terluka. Hingga pada akhirnya Nabi Muhammad Saw memutuskan untuk kembali ke Mekkah. Walaupun dengan keadaan  yang  sangat membuat hati Rasulullah  begitu sedih, tidak ada sedikitpun  niat di hatinya untuk menghentikan dakwah tersebut, bahkan Ia semangkin bertekat dalam hatinya bahwa ia harus bisa membuat Kemajuan dan kejayaan dalam Islam. Dengan begitu banyaknya pengorbanan yang dilakukan Rasulullah Saw, maka islam Dapat Menggapai kejayaannya dan dapat bangkit Dalam Dunia Islam.
Maka Jadikanlah tahun baru kali ini menjadi perenungan bagi kita semua untuk memperbaiki akhlak agar lebih baik
                         


DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’anul Karim Terjemahan Departemen Agama RI.
Dkk,Multahim.2007.Agama Islam.Jakarta:PT Ghalia Indonesia Printing.
S,Sunarto,Afnan  Hutagalung,Najir Hakim Nasution.2004,Agama    Islam.Medan:CV.Mutiara Intan Medan.
Wahid Ngatmin Abbas.2014.Sejarah Kebudayaan Islam.Solo:
Kementrian  Agama RI.Alquran dan terjemahnya.Semarang:Toha
Putra,1989.Madjid,Nurcholish.kaki Langit peradaban Islam.Jakarta:Paramadna,2009.









[1] L.Stoddart merupakan seorang ilmuan dari Barat
[2] Syamil Al-Quran tajwid,Bandung,2007
[3] Syamil Al-Quran tajwid,Bandung,2007
[4] Ngatmin Abbas Wahid,sejarah kebudayaan islam, solo,januari 2014.
[5]Rasulullah bersama zaid  berencana pergi ke thaif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar