HIJRAH
DAN KEBANGKITAN DUNIA ISLAM
A.
Pendahuluan
Tercatat dalam
sejarah bahwa telah banyak yang dilakukan Rasulullah Saw demi kemakmuran dan kejayaan serta
kebangkitan dunia Islam ini. Seperti
Berdakwah, melakukan hijrah , bahkan
peperangan pun sampai terjadi. Demi mempertahankan Islam.
Penyiksaan dan
kekejaman yang dilakukan bani Quraisy terhadap umat muslim yang diluar batas
kemanusiaan, sampai-sampai ketika sholat
mereka dilempari kotoran, dihalangi untuk tawaf di ka’bah dan lain sebagainya, membuat
Nabi Muhammad Saw teriris hatinya,ia merasa sangat sedih dengan keadaan umat muslim, akibat dari kekejaman yang
dilakukan bani Quraisy.sehingga Nabi Muhammad Saw memutuskan untuk melakukan hijrah.
Hijrah yang pertama yang dilakukan Nabi Muhammad Saw adalah
hijrah ke Habsyi.
Hijrah ke habsyi yang pertama ini dilakukan Nabi Muhammad
Saw guna untuk menghindar dari gangguan,
siksaan dan ancaman bani Quraisy. Kepergian Umat Islam ke Habsyi mendapat
sambutan yang hangat dari Raja Nejus.
Walaupun Umat
Muslim berada di Habsyi , Namun Rasulullah Saw tetap tinggal di kota Mekah . Ia
terus berusaha menyebarkan ajaran
islam kepada Masyarakat Bani
Quraisy.Umat Muslim yang Hijrah ke Habsyi yang
Pertama berlangsung selama dua bulan.
B.Pembahasan
L. Stoddart[1]
mengatakan peristiwa hijrah seolah mengubah padang pasir Timur Tengah menjadi
mesiu yang disulut dari Madinah dan meledakkan Jazirah Arab seluruhnya. Namun,
sebagaimana dijelaskan Ahzami Samiun Jazuli dalam Hijrah dalam pandangan Al
Quran, secara global, tujuan hijrah adalah senantiasa meninggalkan segala yang
dilarang Allah dengan berpindah untuk melaksanakan segala yang
diperintahkan-Nya menuju jalan kebajikan dan kemaslahatan.Umat Islam wajib melakukan hijrah apabila diri dan
keluarganya terancam dalam mempertahankan akidah dan syari’ah Islam.
Perintah berhijrah terdapat dalam beberpa ayat
Al-Qur’an, antara lain:
QS.Al-Baqarah:[2]
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharpakn rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
QS.Al-An’fal:74.[3]
“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang mujairin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (ni’mat) yang mulia“.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharpakn rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
QS.Al-An’fal:74.[3]
“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang mujairin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (ni’mat) yang mulia“.
Hijrah
sebagai salah satu prinsip hidup yang harus senantiasa dimaknai dengan benar,
hijrah harus dilakuakan atas dasar niat karena Allah dan tujuan mengarah pada rahamat dan keridhaaan Allah. Hijrah sendiri dilakukan
oleh Nabi Muhammad Saw dan umatnya pada zaman itu disebabkan karena kota mekkah
mendapatkan berbagai ujian dan cobaan yang tiada henti-hentinya.Maka dari itu
Nabi Muhammad Saw pun berhijrah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik
lagi demi mempertahankan dan menegakkan risalah islam dari orang-orang kafir.
Syarat
untu berhijrah yaitu:
1. Ada
sesuatu yang ditinggalkan
2. Ada
sesuatu yang dituju (tujuan).
Kedua-duanya harus dipenuhi oleh seorang
yang berhijrah. Meninggalkan segala hal yang buruk, negative, maksiat, kondisi
yang tidak kondisif, menju keadaan yang lebih yang lebih baik, positif dan
kondisi yang kondusif untuk menegakkan ajaran Islam. Dalam realitas sejarah
hijrah senantiasa dikaitkan dengan meninggalkan suatu tempat, yaitu adanya
peristiwa hijrah Nabi dan para sahabat meninggalkan tepat yang tidak kondisuf
untuk berdakwah. Bahkan peristiwa hijrah itulah yang dijadikan dasar umat Islam
sebagai permulaan tahun Hijriyah. Hijrah dan jihad dapat dilakukan dengan mengorbankan apa yang dimiliki,
termasuk harta , benda, bahkan jiwa sekalipun.
Banyak halangan dan gangguan yang dialami Nabi Muhammad
Saw dan para sahabat dalam mendakwahkan
Islam di Mekah, seperti cemoohan,dan cacian, intimidasi melalui pengaruh para
pembesar kafir Quraisy, mendatangkan
penyair terkemuka untuk menyaingi Al-Qur“an , melempari dengan batu dan
kotoran, serta penyiksaan secara fisik.
Dengan keadaan yang begitu menyedihkan dan Hati
Rasulullah tidak tahan melihat penyiksaan yang dilakukan Bani Quraisy Terhadap
Umat Muslim, akhirnya Nabi Muhammad Saw memutuskan untuk hijrah ke Habsyi, untuk
menyelamatkan Keimanan Umat Muslim yang terus-menerus dirongrong kaum kafir
Qurasy dan untuk keselamatan jiwa mereka. Rasulullah Saw.
Memerintahkan Umatnya menuju Habsyi
karena saat itu raja mereka terkenal adil dan tidak menzalimi orang lain, yang
dikenal dengan raja Nejus.[4] Meskipun
Umat muslim berada di habsyi, Namun Rasulullah Saw tetap berada di mekah dan
terus melakukan dakwahnya di sana.
Misi Nabi Muhammad Saw dalam dakwahnya adalah tidak lain hanya untuk
kesejahteraan manusia dan bangsa.
1. Mengajarkan
kepada manusia tentang akidah dan larangan menyembah selain allah SWT.
2. Memberi
kabar gembira kepada manusia yang menaati perintah Allah SWT. Dan kabar duka
kepada mereka yang mengingkarinya.
3. Mengajarkan
manusia berakhlak terpuji dan melarang
berbuat kemungkaran.
4. Mengajarkam hal-hal yang berhubungan dengan ibadah.
5. Mengajarkan persamaan derajat sesame manusia di hadapan
Allah SWT.
Umat muslim yang Hijrah ke Habsyi yang
Pertama berlangsung selama dua bulan. Setelah itu mereka kembali lagi ke
Mekah. Namun ternyata kenyataannya bani
Quraisy semangkin geram, mereka semangkin memperkuat penganiyayaan terhadap umat
islam, yang disebabkan karena Bani Quraisy merasairi hati karena melihat
keberhasilan umat islam bertahan dan mendapat perlindungan di Habsyi serta
semakin banyak jumlah pemeluknya di kota Mekah. Oleh karena itu Nabi Muhammad
Saw menyarankan agar kembali Hijrah ke habsyi untuk menghindari keadaan yang menyedihkan
yang disebabkan oleh kekejaman dan penyiksaan yang di lakukan Bani Quraisy.
Namun
setelah Umat islam Hijrah kembali ke Habsyi Untuk yang kedua, namun Bani
Quraisy tetap tidak tinggal diam Bani Quraisi tetap saja berusaha untuk menghancurkan
Peradaban umat islam, sampai akhirnya
Bani Quraisy semangkin gencar untuk menyebarkan isu kebohongan mengenai ajaran
yang dibawa Nabi Muhammad Saw . Dan berusaha untuk mempersempit gerak
langkah perjuangan islam. Setelah tahun kesepuluh kenabian Bani Quraisy semangkin berani
mengganggu dan menyakiti Nabi Muhammad
Saw yang di,sebabkan
karena telah meninggal dunia dua orang
yang dicintai Nabi Muhammad saw , yaitu Siti Khadijah dan Abu Thalib, kedua orang ini
adalah pembela dan pelindung yang sangat tabah kuat dan disegani
masyarakat mekah. Karena penderitaan yang dialami Nabi Muhammad Saw semangkin hebat . Rasulullah bersama zaid berencana pergi ke Thaif ,[5] guna
untuk meminta pertolongan serta perlindungan dari keluarganya yang berada di Thaif.
Nabi Muhammad Saw berharap agar dakwahnya diterima dengan baik oleh masyarakat
thaif. Namun ternyata harapan Nabi Muhammad
tidaklah mendapat respon yang baik,
mereka tidak mau memberikan pertolongan dan perlindungan untuk Nabi Muhammad
Saw. Bahkan Rasulullah Saw diusir dan dihina dengan cara yang tidak
manusiawi.
Perlakuan yang dilakukan Masyarakat Thaif membuat hati Rasulullah sedih,
sebab ia tidak mendapatkan pertolongan dan perlindungan
dari sanak saudaranya di Thaif dan bukan
hanya itu saja tubuh Rasulullah Saw pun terluka yang disebabkan karena Masyarakat Thaif melempari Rasulullah Saw dengan batu hingga
ia terluka. Hingga pada akhirnya Nabi
Muhammad Saw memutuskan untuk kembali ke Mekkah. Walaupun dengan keadaan
yang sangat membuat hati
Rasulullah begitu sedih, tidak ada
sedikitpun niat di hatinya untuk
menghentikan dakwah tersebut, bahkan Ia semangkin bertekat dalam hatinya bahwa
ia harus bisa membuat Kemajuan dan kejayaan dalam Islam. Dengan begitu
banyaknya pengorbanan yang dilakukan Rasulullah Saw,
maka islam Dapat Menggapai kejayaannya dan dapat bangkit
Dalam Dunia Islam.
Maka
Jadikanlah tahun baru kali ini menjadi perenungan bagi kita semua untuk
memperbaiki akhlak agar lebih baik
DAFTAR
PUSTAKA
Al-Qur’anul Karim Terjemahan
Departemen Agama RI.
Dkk,Multahim.2007.Agama
Islam.Jakarta:PT Ghalia Indonesia Printing.
S,Sunarto,Afnan Hutagalung,Najir Hakim Nasution.2004,Agama Islam.Medan:CV.Mutiara
Intan Medan.
Wahid Ngatmin Abbas.2014.Sejarah
Kebudayaan Islam.Solo:
Kementrian
Agama RI.Alquran dan
terjemahnya.Semarang:Toha
Putra,1989.Madjid,Nurcholish.kaki
Langit peradaban Islam.Jakarta:Paramadna,2009.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar