Sabtu, 19 Maret 2016

Buku Ukiran Motivasi

Buku Ukiran Motivasi

Buku ini diberi judul Ukiran Motivasi.Yang berisi penggalan cerita menarik mengenai Mahasiswa/Mahasiswi yang bertemu dan memulai perjalanan panjang di Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Kendati pun ada kesan buku ini semacam anekdot, karena sejumlah kisah yang dimuat dalam buku ini bisa membuat pembaca tersenyum, tertawa, dan juga sedih.Tetapi sebenarnya lebih daripada itu,buku ini berdimensi sejarah dan masa depan yang telah terukir,

makalah hadist tentang Niat/Motivasi Beramal dan Menjauhi Riya/Syirik Kecil

A.    NIAT/MOTIVASI BERAMAL
عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِى حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّا بِ يَنِ نُفَيْلِ بْنِ عَبْدِ الْعُزَّى بْنِ رِيَاحِ بْنِ رَزَ احِ بْنِ عَدِ يِّ بْنِ عَدِ يِّ بْنِ كَعْنِ بْنِ لُؤَيِّ بْنِ غَالِبِ الْقُرَيْثِىِّ العَدَ وِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَاللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: أِنَّمَااْلأَ عْمَالُ بِالنِيَاتِ وَأِ نَّمَا لِكُلِّ اْمْرِىءٍِ مَانَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَ تُهُ أِلَى اللهِ وَرَ سُوْ لِهِ فَهِجْرَ تُهُ أِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَ تُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْامْرَ أَ ةٌ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَ تُهُ أِلَى مَا هَجْرَ أِلَيْهِ. (متفق على صحته)

1.       Terjemahan Hadits
Dari Amiril Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adiy bin Ka’ab bin Ghalib al-Qurasyiy Al-Adawiy ra, ia berkata: Saya mendengar rasulullah saw. Bersabda : “Setiap amal disertai dengan niat. Setiap amal seseorang tergantung dengan apa yang diniatkannya. Karena itu, siapa saja yang hijrahnya (dari Makkah ke Madianah) karena Allah dan Rasul-Nya (melakukan hijrah demi mengagungkan dan melaksanakna perintah Allah dan utusan-Nya), maka hijrahnya tertuju kepada Allah dan Rasul-Nya (diterima dan diridhai Allah). Tetapi siapa saja yang melakukan hijrah demi kepentingan dunia yang akan diperolehnya, atau karena perempuan yang akan dinikahinya, maka hijrahnya sebatas kepada sesuatu yang menjadi tujuannya (tidak diterima oleh Allah).” (HR. Bukhari dan Muslim)[1]