Keutamaan Membaca
Surat Al-Kahfi Pada Hari Jum'at ?
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah
kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.
Hari Jum’at merupakan hari yang mulia.
Bukti kemuliaannya, Allah mentakdirkan beberapa kejadian besar pada hari tersebut. Dan juga ada beberapa amal ibadah yang dikhususkan pada malam dan siang harinya, khususnya pelaksanaan shalat Jum’at berikut amal-amal yang mengiringinya.
Bukti kemuliaannya, Allah mentakdirkan beberapa kejadian besar pada hari tersebut. Dan juga ada beberapa amal ibadah yang dikhususkan pada malam dan siang harinya, khususnya pelaksanaan shalat Jum’at berikut amal-amal yang mengiringinya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ
"Sesungguhnya di antara hari
kalian yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan
diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian
seluruh makhluk. . . . " (HR. Abu Dawud, an Nasai, Ibnu Majah,
Ahmad, dan al Hakim dari hadits Aus bin Aus)
Amal Khusus di Hari
Jum'at ?
Pada dasarnya, tidak dibolehkan
menghususkan ibadah tertentu pada malam Jum’at dan siang harinya, berupa
shalat, tilawah, puasa dan amal lainnya yang tidak biasa dikerjakan pada
hari-hari selainnya. Kecuali, ada dalil khusus yang memerintahkannya. Hal ini
berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, bahwa Nabi shallallaahu
'alaihi wasallambersabda;
لَا تَخُصُّوا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اللَّيَالِي ، وَلَا تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الْأَيَّامِ ، إلَّا أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ
“Janganlah
menghususkan malam Jum’at untuk mengerjakan shalat dari malam-malam lainnya,
dan janganlah menghususkan siang hari Jum’at untuk mengerjakan puasa dari
hari-hari lainnya, kecuali bertepatan dengan puasa yang biasa dilakukan oleh
salah seorang kalian.” (HR. Muslim, al-Nasai, al-Baihaqi, dan Ahmad)
Membaca Surat Al-Kahfi
?
Salah satu amal ibadah khusus yang
diistimewakan pelakasanaannya pada hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi.
Berikut ini kami sebutkan beberapa dalil shahih yang menyebutkan perintah
tersebut dan keutamaannya.
1. Dari Abu Sa'id al-Khudri radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
"Barangsiapa
membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya
sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'atiq." (Sunan Ad-Darimi, no.
3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani
dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)
2. Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu
'anhu,
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
"Barangsiapa membaca surat
Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua
Jum'at." (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar
mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau
menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi.
Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)
3. Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, berkata:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi
pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke
langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara
dua jumat.”
Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih
dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab at-Targhib wa al-
Tarhib: 1/298)”
Kapan Membacanya ?
Sunnah membaca surat Al-Kahfi pada
malam Jum’at atau pada hari Jum’atnya. Dan malam Jum’at diawali sejak
terbenamnya matahari pada hari Kamis. Kesempatan ini berakhir sampai
terbenamnya matahari pada hari Jum’atnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa
kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari
Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.
Imam Al-Syafi'i rahimahullah dalam Al-Umm menyatakan
bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum'at dan siangnya
berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam al-Syafi'i: 1/237).
Mengenai hal ini, al-Hafidzh Ibnul
Hajar rahimahullaah mengungkapkan dalam Amali-nya: Demikian
riwayat-riwayat yang ada menggunakan kata “hari” atau “malam” Jum’at. Maka
dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud “hari” temasuk malamnya. Demikian pula
sebaliknya, “malam” adalah malam jum’at dan siangnya. (Lihat: Faidh al-Qadir:
6/199).
DR Muhammad Bakar Isma’il
dalam Al-Fiqh al Wadhih min al Kitab wa al Sunnah menyebutkan bahwa di
antara amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam dan hari Jum’at
adalah membaca surat al-Kahfi berdasarkan hadits di atas. (Al-Fiqhul Wadhih
minal Kitab was Sunnah, hal 241).
Kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada
hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.
Keutamaan Membaca
Surat Al-Kahfi di Hari Jum’at
Dari beberapa riwayat di atas, bahwa
ganjaran yang disiapkan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam
Jum’at atau pada siang harinya akan diberikan cahaya (disinari). Dan cahaya ini
diberikan pada hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya
sampai ke langit. Dan hal ini menunjukkan panjangnya jarak cahaya yang
diberikan kepadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ
“Pada hari ketika kamu melihat orang
mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di
sebelah kanan mereka.” (QS. Al-Hadid: 12)
Balasan kedua bagi orang yang
membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at berupa ampunan dosa antara dua Jum’at.
Dan boleh jadi inilah maksud dari disinari di antara dua Jum’at. Karena nurr (cahaya)
ketaatan akan menghapuskan kegelapan maksiat, seperti firman Allah Ta’ala:
إن الحسنات يُذْهِبْن السيئات
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan
yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS.
Huud: 114)
Surat Al-Kahfi dan
Fitnah Dajjal
Manfaat lain surat Al-Kahfi yang
telah dijelaskan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah untuk
menangkal fitnah Dajjal. Yaitu dengan membaca dan menghafal beberapa ayat dari
surat Al-Kahfi. Sebagian riwayat menerangkan sepuluh yang pertama, sebagian
keterangan lagi sepuluh ayat terakhir.
Imam Muslim meriwayatkan dari hadits al-Nawas bin Sam’an yang cukup
panjang, yang di dalam riwayat tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda, “Maka
barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman Dajjal) hendaknya
ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi.”
Dalam riwayat Muslim yang lain, dari
Abu Darda’ radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda, “Barangsiapa yang
membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari
Dajjal.” Yakni dari huru-haranya.
Imam Muslim berkata, Syu’bah
berkata, “Dari bagian akhir surat al-Kahfi.” Dan Hammam berkata, “Dari permulaan
surat al-Kahfi.” (Shahih Muslim, Kitab Shalah al-Mufassirin, Bab; Fadhlu Surah
al-Kahfi wa Aayah al-Kursi: 6/92-93)
Imam Nawawi berkata, “Sebabnya,
karena pada awal-awal surat al-Kahfi itu tedapat/ berisi keajaiban-keajaiban
dan tanda-tanda kebesaran Allah. Maka orang yang merenungkan tidak akan
tertipu dengan fitnah Dajjal. Demikian juga pada akhirnya, yaitu firman Allah:
أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ
“Maka apakah orang-orang kafir
menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain
Aku? . . .” QS. Al-Kahfi: 102. (Lihat Syarah Muslim milik Imam Nawawi:
6/93)
Penutup
Dari penjelasan-penjelasan di atas,
sudah sepantasnya bagi setiap muslim untuk memiliki kemauan keras untuk membaca
surat Al-Kahfi dan menghafalnya serta mengulang-ulangnya. Khususnya pada hari
yang paling baik dan mulia, yaitu hari Jum’at. Wallahu Ta’aa a’lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar