1.
Anatomi manajemen pendidikan
Secara umum ilmu yang mendalam
tentang anatomi manajemen pendidikan ialah pemahaman yang mendalam
tentang ilmu manajemen dengan ilmu-ilmu yang lain dalam bidang pendidikan.[1]
a. Fenomena
kehidupan organisasi
Berbagai kedudukan diperankan
tokoh atau pimpinan dalam organisasi masyarakat yang dikembangkan umat manusia.
Pendekatan manajemen merupakan suatu keniscayaan, apalagi jika dilakukan dalam
suatu organisasi atau kelembagaan.
Para nabi dan rasul di utus allah
memerankan kekhalifahan dan kehambaan mereka dalam rentang panjang. Setelah
penyampaian risalah kenabian berkhir, begitu pula para sahabat rasul, ulama
filosofi, ilmuan pemimpinan Negara dan pemerintahan kemudian dalam peran
signifikasi mereka membuat sejarah kehidupan dan peradaban yang berbeda dari
zaman ke zaman.
Menurut robins dan coulter, ada
beberapa tantangan yang berkenaan dengan manajemen ditempat kerja glonal.
Sebagian pneliti menyarankan yang berkenaan bahwa para manajer membentuk
kecerdasan budaya atau kesadaran budaya dan keterampilan yang peka. Kecerdasan
budaya mencakup tiga dimensi utama, yaitu:
1. Pengetahuan
budaya sebagai satu konsep bagaimana keragaman budaya dan hal tersebut
mempengaruhi perilaku.
2. Pikiran
penuh kemampuan memberikan perhatian terhadap signal dan reaksi dalam situasi
lintas budaya yang beragam
3. Keterampilan
perilaku penggunaan pengetahuan sesorang dan pikiran penuh untuk memilih
perilaku yang sesuai dalam banyak situasi.
Menurut whab, dalam kenyataan
organisasi tidak terbatas sejenisnya. Organsasinya adalah sebanyak orang-orang
menjadi anggota.
Jika dua atau lebih manusia berkumpul untuk sebuah tujuan
yang sama maka mereka membentuk kelompok. Kelompok memiliki dua tingkatan,
yaitu :
1) Individual
dimana kelompok-kelompok adalah kumpulan-kumpulan individu.
2) Tingkat
kelompok dan apabila dua kelompok bersama-sama melaksanakan upaya bersama
(cammont effort) itulah organisasi.[2]
b. Fenomena
manajemen dalam era informasi
Dewasa ini ada perunahan drastic
dalam raga persainngan kondisi perusahaan. Barang-barang, tenaga kerja dan
informasi pasar terus meningkat dan mengglobal. Penggunaan jaringan komunikasi
memberikan akses duna yang meluas yang semua sulit mencapai pasar. Persaingnan
semakin intensif melalui persaingnan baru yang proses masuknya dalam bidang
produk industry missal, sangat besar-besaran. Sejak terbukanya pasar eropa
timur, penyedia produk muncul sehingga ekonomi lebih rendah dan secara simultan
meningkatkan kualitas barang dan pelayanan mereka semakin meningkat kemampuan
pencapaian akses ke pasar dunia. Dunia yang kuas dengan arti jaringan data.[3]
Schermorhon (2010:4) berpendapat
bahwa penanganan tempat kerja baru merupakan sesuatu yang harus diadaptasi oleh
seorang untuk mempercepat perubahan masyarakat dengnan secara konstan
pergantian antara tuntutan dan peluang. Termasuk didalamnya pembelajarn dan
mengubah kebiasaan secara cepat. Organisasi begitu cepat berubah, sebagi sifat
dasar yang melekat dalam pekerjaan yang ditanganni. Ekonomi global yang
didorong oleh inovasi dan teknologi semakin menggiurkan generasi baru. Bahkan
konsep kebehasilan pribadi dan organisasi, mengalami peningkatan sebagai karir
menjadi pilihan hidup. Mungkin saja muncul keraguan, karena sangat tergantung
kepada waktu ketika orang cerdas dan organisasi cerdas menciptakan masa depan
mereka sendiri.[4]
Dalam pendidikan, globalisasi
dimanifestasikan melalui pelaksanaan kegiatan secara mendasar sebagai trend
internasional. Pergeseran kepada desentralisasi ketika melibatkan otonomi
sekolah lebih besar, dan kewenagan pengelolaan disebarkan secara luas. Sifat
dasar keragaman desentralisasi lintas nasional menjadi konsep yang signifikan
secara global, sama halnya, begitu cepatnya pembanunan teknologi mempengaruhi
pengajaran dan pembelajaran, epemimpinan dan manajemen pada banyak Negara maju
(Brush dan Middleword, 2005:6)
c. Peluang
pengembangan organisasi
Era globalisasi sejatinya dimunculkan oleh
kekuatan teknologi komunikasi dan informasi serta transformasi telah
menciptakan banyak peluang dan tantangan bagi kemajuan berbagai organisasi di
dunia dewasa ini. Kaplan dan Norton (1999:3), menjelaskan untuk mencapai
lingkungan kompetitif fan abad informasi maka setiap perusahaan harus
memobilisasi dan mengeksploitasi aktivitas tidak tewujud, yang memungkinkan
perusahaan untuk:
1) Mengembangkan
hubungan dengan pelanggan untuk memperthanakan loyaias dan memungkinkan
berbagia segmen pelanggan wilayah pasar baru untuk dilayani secara efektif dan
efisien.
2) Memperkenalakan
produk dan jasa inivatif yang diinginkan oleh segmen yang dituju
3) Memperoduksi
produk dan jasa bermutu tinggi sesuai dengan keingnan pelanggan dengnan harga
yang rendah dan dengan tenggat waktu (Lead time) yang pendek.
4) Memobilisasi
kemampuan dan motivasi bagi engingkatan
d. prinsip
kerjasama dan organisasi dalam islam
keberadaan manusia sebagai pribadi
dan kelompok menjadi makhluk ciptaan allah terpilij untuk menerima amanha
sebgai khalifah dan sekaligus hamba allah di muka bumi ini. Konsep ini sejalan
dengan penjelasan allah dalam banyak ayat alquran. Firman allah dalam surat at
tin ayat 4:
ôs)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þÎû Ç`|¡ômr& 5OÈqø)s? ÇÍÈ
Artinya: “sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam
bentuk yang sebaik-baiknya
Karena itu kedudukan manusia
dimuliakan allah. Kemudian manusia akan dicapai dengan cara tunduk dan atuh
kepada allah, baik dalam konteks melaksanakan perintah-Nya maupun menjauhi
larangan-Nya. Itulah hakikat penghambaan diri kepada allah sebgai tujuan
penciptaan kehidupan manusia. Firman allah dalam surat adzariyat ayat 56:
$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur wÎ) Èbrßç7÷èuÏ9 ÇÎÏÈ
Artinya : “dan aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
Menurut hafidudddin dan tanjung,
amal shaleh tidak diartikan perbuatan baik seperti yang dipahami selama ini,
tetapi merupakan amal perbuatan baik yang dilandasi iman dengn beberapa syarat
sebagai berikut:
1. niat
baik
2. tata
carapelaksanaan sesuai syariat
3. dilakukan
dengan sungguh-sungguh.[5]
2. Manajemen
organisasi pendidikan
a. Pengertian
manajemen
Menurut asal katanya,
manajemen mungkin berasal dari bahasa italia “Maneggiare” yang berarti
“mengendalikan”. Kata ini dapat pengaruh dari bahasa prancis “Manege” yang
berarti “Kepeemilikkan kuda” (yang berasal dari bahasa inggris yang berarti
seni mengendalikan kuda)< dimana istilah inggris ini juga berasal dari
bahasa italia. Bahasa prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa inggris
menjadi “management” yang berarti “seni melaksanakan dan mengatur”
Manajemen dapat di artikan “sebagai
proses perencanaan, pengorganisasian, pengisian staf, pemimpinan dan
pengontrolan untuk optimasi penggunaan sumber-sumber dan pelaksanaan tugas-tugas
dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien”. Manajemen adalah
suatu proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui
orang-orang dann sumberdaya organisasi lainnya.
Pngertian manajemen menurut para ahli
· Menurut
mary parker follet
Manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang
lain. Definisi lain untukk mencapai tujuan organisasi.
· Menurut
ricky w. griffin
Sebagai sebuah proses pererncanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara
efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan
perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara
benar, terororganisir dan sesuai dengan jadwal.
· Menurut
drs. Oey liang lee
Manajemen adlah seni ilmu perencanaan pengorganisasian,
penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia unutk
mencapai tujuan yang ditetapan
· Menurut
prof. eiji ogawa
Manajemen adalah perencanaan, pengimplemenetasian dan
pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan
oleh organisasi usaha dengna terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasran
untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang
berubah.
· Kurikulum
1975
Manajemen adalah usuaha bersama guna mendayagunakan semua
sumber-sumber (personil maupun materiil) secara efektif dan efisien untuk
menunjang tecapainya tujuan pendidikan . ini disebutkan dal buku pedoman
pelaksanaan kurikulum III D dari sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas..
Dari beberapa definisi menurut asa kata dan definisi dari
endapat ahu, maka dapat ditarik kesimpulan mengenai apa yang dimaksud
menagemen. Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan
dan pengawasan dalam mengelola sumberdaya .
b. Konsep
organisasi pendidikan
Kenyat anya, kehidupan
manusia berkelompok dan berhimpun dalam berbagai organisasi. Hal ini merupakan
sifat qodrati dank has manusia sebagai manifestasi makhluk berbudaya. Karena
itu banyak organisasi yang dirancang dan dibentuk manusia sebagia cara untuk
membantu memudahkan pemenuhan kebutuhan hidup dari generasi kepada generasi
berikutnya. Berbagi wadah manusia berkumpul dan bekerjasama dalam berbagai pengabunga
kebutuhan, visi, misi dan tujuan. Bentuk organisasi pemerintahan, keagamaan,
adat-istiadat, wujud paguyuban, sosial perbanka, industry, rumah sakit dan
organisai pendidikan mnjadi fenomena yang tidak pernah berakhir dalam kehidupan
kelompok, masyarakat dan setiap bangsa.
Organisasi adalah keseluruhan
perpaduan unsure manusia dan non-manusia yang masing-masing emiliki fungsi dan
berinteraksi dalam mencapai tujuan. Secara sederhana dijelaskan oleh Bayle, et
al (1986:10) bahwa “organization is a collection of people working
together in a division of labour to achieve a common purpose”. Maka dalam
definisi ini ada keluasan ragam bentuk perkumpulan orang, diantaranya kelompok
persaudaraan, klub olahraga, organisasi sukarela, organisasi agama, seperti
halnya juga bisnis, sekolah, lembaga pemerintahan, rumah sakit, serta lembaga
lain yang eksis di masyarakat.
Setidaknya, suatu organisasi
merupakan kelompok yang terorgansasikan terdiri dari sedikitnya dua orang yang
berfungsi untuk mencapai sasaran umum atau seperangkat sasaran (Gibson,
Ivancevich dan Donnely, Jr, (1997:4).
Secara pribadi objek atau sumber
daya yang menjadi kajian dalam manajemen pendidikan ada tujuh, yaitu :
a. Man
(manusia) adlah sumberdaya tepenting yang perlu dikelola dalam manajmen
pendidiakn, pemgelolaan yang basa dilakukan misalnyadengan mengorganisasikan
manusia dengan melihat apa yang menjadi keahlian orang tersebut.
b. Money
(uang) dimaksud untuk mengelola pendanaan atau biaya secara efisien sehingga
tidak terjadi pemborosan dalam suatu lembaga pendidikan.
c. Materials
(bahan materi) merupakakn aspek yang tidak kalah penting dalam manajemen
pendidikan, melalui pengelolaan material maka bias berbentuk kurikulum yang
berisi panduan dasar untuk mentransfer ilmu dari guru ke sisw.
d. Method,
pengelolaan metode juga harus dilakukan dengn baik, metode yang digunakan untuk
mngejara guru di sekolah satu dengn guru di sekolah lain tidak sama karena
tergantung pada kesiapan siswa yang diajar.
e. Machines,
pengelolaan masin bertujuan untuk dapat mengelola mesin yang digunakan untuk
mnedukung proses belajar mengajar supaya dapat digunkaan sebaik mungkin dan
tidak cepat mengalamu kerusakan, untuk orang yang mengelola mesin biasanya
harus orang yang benar-benar tau cara merawat mesin tersebut denganbaik.
f. Market
(pasar) adaah salah sau kunci yang menetukan sekolah atau lembaga pendidikan
tersebut menjadi lembaga pendidikan yang besar atau kecil, pasar yang dimaksud
adlah masyarakat secara luas, sasaran yang dituju adlah masyarakat yang berniat
menyekolahkan putra-putri mereka.
g. Minute
(waktu) perlu dikelola dengn baik Karena waktu belajar peserta didik di sekolah
sangat tebatas, sehingga perlu pengelolaan yang baik supaya waktu belajar
mengajar menjadi lebih efisien.
c. Tujuan
belajar menejemen pendidiakn
a. Efisien
dalam menggunakan sumber daya
Dengan mempelajari manajemen
pendidiakn dengan baik diharapkan seseorang dapat mengelola sumber dyaa secara
efisien, misalnya sumber daya yang pembiayaan, waktu dan lain sebagainya.
b. Efektif
dalam pencapaian tujuan
Dengnan mempelajari manajemen
pendidikan secara berkseinambungan dan secara sungguh-sungguh, diharapkan
seseorang dapat mengefektifkan proses dan sumber daya yang dikelola untuk
mencapai tujuan deng optimal
c. Bermuara
pada tujuan pendidikan
Tujuan manjemen pendidikan tidak
akan lepas dari tujuan nasional, yaitu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan
dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencrdaskan kehidupan bangsa, beertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berkahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
d. Mendukung
kegiatan pendidikan dalam upaya mencapai tujuan.
Manajemen pendidiakn juga
mendukung dan menfasilitasi kegiatan endidikan baik secara langsung maupun
tidak langsung. Kegiatan pendidikan didukung engan manajemen pendidikan yang
baik, akan mendapatkan hasil yang baik sehigga tujuan pendiidkan yang
ditargetkan tercapai
Tujuan
pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter
sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita-cita
yang diharapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai
lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik
dalam segalaaspek kehidupan.
Tujuan pendidikan dlam UU Sisdiknas pasal 3 menyatkan bahwa pendidikan nasional
bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdakan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta tanggung jawab.
3. Klasifikasi
berdasrkan tujuan utama
Setiap
organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan atau seperangkat tujuan yang dapat
dijelaskan dalam pengertian umum unutk memenuhi keinginan, kebutuhan, harapan
para anggotanya. Organisasi dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan utama
dari para anggotanya yang ingin dipenuhi sebagai berikut:
Ø Organisasi pelayanan yang
berupaya membantu anggotanya tanpa memungut bayaran penuh dari setiap penerima
layanan
Ø Organisasi ekonomi
menyediakan barang dan jasa sebagai imbalannya adalah pembyarn
Ø Organisasi keagamaan yang
menyediakan kebutuhan spiritual anggotanya
Ø Organisasi perlindungan
yang melindungi seseorang dari kejahatan
Ø Organisasi pemerintahan
yang daoat memenuhi kebutuhan untuk keteraturan dan keberlanjutan
Ø Organisasi yang melayani
kebutuhan social seseorang untuk nerhubungan
Ø Dengan lain identifikasi
saling mendukung
Selain
dasar-dasar klasifikasi untuk menetapkan bentuk-bentuk organisasi sebgaimana
dikemukakan di atas, bentuk organisasi dapat pula dilihat dari fungsi dan
tujuan. Bentuk teknologi yang digunakan cara memperoleh, atau siapa yang
memperoleh keuntungan dari organisasi. Parson katz dan kahn dalam naraya dan
nath (1993) adalah diantara mereka yang mengklasifikaikan organisasi ke dalam
bentuk-bentuk yang berbeda tersebut.
Khususnya
mengenai pemanfaatan sumber dya menusia sebgai elemen utama organisasi.
Manusia dalam organisai sebagai guna sumber-sumber yang bebas dan membantu
organisasi untuk memperoleh sumber-sumber yang bebas dan membantu. Organisasi
untuk memperoleh sumber-sumber lain ang diperlukan. Hal ini penting oleh karena
tanpa pengelolaan sumber-sumber secara efektif maka kemungkinan beasr akan
terjadi pemborosan dan apabila organisasi mencapai tujuannya maka hal itu hanya
akan bersifat kebetulan saja. Sumber-sumber harus salurkan dan diarahkan atau
dengan istilah umm adalah “dikelola” dengn baik yang sudah tentu oleh manajer. [6]
[1] Manajemen organisasi pendidikan, perspektif sains dan
islam. Prof dr syafaruddin, mpd
[2] Ibid.
[3] Picit, Arnold, ralf reichwald, dkk, information,
organization and management, Arkansas : Spinger-verlag berlin Heidelberg, 2008
[4] Syafaruddin, manajemen organisasi pendidikan, ,
perdana publishing : medan, 20015
[5] Hafiduddin, didin., tanjung, hendri., manajemen
syariah dalam praktik, Jakarta : Gema Insani, 2003
[6] Abdul aziz, anatomi organisasi dan kepemimpinan
pendidikan
[7] Manajemen organisasi pendidikan, perspektif sains dan
islam. Prof dr syafaruddin, mpd
[8] Syafaruddin, manajemen organisasi pendidikan, ,
perdana publishing : medan, 20015
[9] Hafiduddin, didin., tanjung, hendri., manajemen
syariah dalam praktik, Jakarta : Gema Insani, 2003
Tidak ada komentar:
Posting Komentar