Rabu, 11 Mei 2016

ANATOMI, PENGERTIAN DAN TUJUAN MANAJEMEN PENDIDIKAN

1.       Anatomi manajemen pendidikan

     Secara umum ilmu yang mendalam tentang anatomi manajemen pendidikan ialah  pemahaman yang mendalam tentang ilmu manajemen dengan ilmu-ilmu yang lain dalam bidang pendidikan.[1]

a.    Fenomena kehidupan organisasi
    
Berbagai kedudukan diperankan tokoh atau pimpinan dalam organisasi masyarakat yang dikembangkan umat manusia. Pendekatan manajemen merupakan suatu keniscayaan, apalagi jika dilakukan dalam suatu organisasi atau kelembagaan. 

     Para nabi dan rasul di utus allah memerankan kekhalifahan dan kehambaan mereka dalam rentang panjang. Setelah penyampaian risalah kenabian berkhir, begitu pula para sahabat rasul, ulama filosofi, ilmuan pemimpinan Negara dan pemerintahan kemudian dalam peran signifikasi mereka membuat sejarah kehidupan dan peradaban yang berbeda dari zaman ke zaman.

     Menurut robins dan coulter, ada beberapa tantangan yang berkenaan dengan manajemen ditempat kerja glonal. Sebagian pneliti menyarankan yang berkenaan bahwa para manajer membentuk kecerdasan budaya atau kesadaran budaya dan keterampilan yang peka. Kecerdasan budaya mencakup tiga dimensi utama, yaitu:
1.    Pengetahuan budaya sebagai satu konsep bagaimana keragaman budaya dan hal tersebut mempengaruhi perilaku.
2.    Pikiran penuh kemampuan memberikan perhatian terhadap signal dan reaksi dalam situasi lintas budaya yang beragam
3.    Keterampilan perilaku penggunaan pengetahuan sesorang dan pikiran penuh untuk memilih perilaku yang sesuai dalam banyak situasi.
Menurut whab, dalam kenyataan organisasi tidak terbatas sejenisnya. Organsasinya adalah sebanyak orang-orang menjadi anggota.

Jika dua atau lebih manusia berkumpul untuk sebuah tujuan yang sama maka mereka membentuk kelompok. Kelompok memiliki dua tingkatan, yaitu :
1)   Individual dimana kelompok-kelompok adalah kumpulan-kumpulan individu.
2)   Tingkat kelompok dan apabila dua kelompok bersama-sama melaksanakan upaya bersama (cammont effort) itulah organisasi.[2]

b.   Fenomena manajemen dalam era informasi
    
Dewasa ini ada perunahan drastic dalam raga persainngan kondisi perusahaan. Barang-barang, tenaga kerja dan informasi pasar terus meningkat dan mengglobal. Penggunaan jaringan komunikasi memberikan akses duna yang meluas yang semua sulit mencapai pasar. Persaingnan semakin intensif melalui persaingnan baru yang proses masuknya dalam bidang produk industry missal, sangat besar-besaran. Sejak terbukanya pasar eropa timur, penyedia produk muncul sehingga ekonomi lebih rendah dan secara simultan meningkatkan kualitas barang dan pelayanan mereka semakin meningkat kemampuan pencapaian akses ke pasar dunia. Dunia yang kuas dengan arti jaringan data.[3]
    
Schermorhon (2010:4) berpendapat bahwa penanganan tempat kerja baru merupakan sesuatu yang harus diadaptasi oleh seorang untuk mempercepat perubahan masyarakat dengnan secara konstan pergantian antara tuntutan dan peluang. Termasuk didalamnya pembelajarn dan mengubah kebiasaan secara cepat. Organisasi begitu cepat berubah, sebagi sifat dasar yang melekat dalam pekerjaan yang ditanganni. Ekonomi global yang didorong oleh inovasi dan teknologi semakin menggiurkan generasi baru. Bahkan konsep kebehasilan pribadi dan organisasi, mengalami peningkatan sebagai karir menjadi pilihan hidup. Mungkin saja muncul keraguan, karena sangat tergantung kepada waktu ketika orang cerdas dan organisasi cerdas menciptakan masa depan mereka sendiri.[4]

     Dalam pendidikan, globalisasi dimanifestasikan melalui pelaksanaan kegiatan secara mendasar sebagai trend internasional. Pergeseran kepada desentralisasi ketika melibatkan otonomi sekolah lebih besar, dan kewenagan pengelolaan disebarkan secara luas. Sifat dasar keragaman desentralisasi lintas nasional menjadi konsep yang signifikan secara global, sama halnya, begitu cepatnya pembanunan teknologi mempengaruhi pengajaran dan pembelajaran, epemimpinan dan manajemen pada banyak Negara maju (Brush dan Middleword, 2005:6)

c.    Peluang pengembangan organisasi
  
   Era globalisasi sejatinya dimunculkan oleh kekuatan teknologi komunikasi dan informasi serta transformasi telah menciptakan banyak peluang dan tantangan bagi kemajuan berbagai organisasi di dunia dewasa ini. Kaplan dan Norton (1999:3), menjelaskan untuk mencapai lingkungan kompetitif fan abad informasi maka setiap perusahaan harus memobilisasi dan mengeksploitasi aktivitas tidak tewujud, yang memungkinkan perusahaan untuk:
1)   Mengembangkan hubungan dengan pelanggan untuk memperthanakan loyaias dan memungkinkan berbagia segmen pelanggan wilayah pasar baru untuk dilayani secara efektif dan efisien.
2)   Memperkenalakan produk dan jasa inivatif yang diinginkan oleh segmen yang dituju
3)   Memperoduksi produk dan jasa bermutu tinggi sesuai dengan keingnan pelanggan dengnan harga yang rendah dan dengan tenggat waktu (Lead time) yang pendek.
4)   Memobilisasi kemampuan dan motivasi bagi engingkatan

d.   prinsip kerjasama dan organisasi dalam islam

     keberadaan manusia sebagai pribadi dan kelompok menjadi makhluk ciptaan allah terpilij untuk menerima amanha sebgai khalifah dan sekaligus hamba allah di muka bumi ini. Konsep ini sejalan dengan penjelasan allah dalam banyak ayat alquran. Firman allah dalam surat at tin ayat 4:                                 
ôs)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þÎû Ç`|¡ômr& 5OƒÈqø)s? ÇÍÈ  
Artinya: “sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya

     Karena itu kedudukan manusia dimuliakan allah. Kemudian manusia akan dicapai dengan cara tunduk dan atuh kepada allah, baik dalam konteks melaksanakan perintah-Nya maupun menjauhi larangan-Nya. Itulah hakikat penghambaan diri kepada allah sebgai tujuan penciptaan kehidupan manusia. Firman allah dalam surat adzariyat ayat 56:
$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbr߉ç7÷èu‹Ï9 ÇÎÏÈ  
Artinya : “dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

     Menurut hafidudddin dan tanjung, amal shaleh tidak diartikan perbuatan baik seperti yang dipahami selama ini, tetapi merupakan amal perbuatan baik yang dilandasi iman dengn beberapa syarat sebagai berikut:
1.    niat baik
2.    tata carapelaksanaan sesuai syariat
3.    dilakukan dengan sungguh-sungguh.[5]

2.    Manajemen organisasi pendidikan
a.    Pengertian manajemen

      Menurut asal katanya, manajemen mungkin berasal dari bahasa italia “Maneggiare” yang berarti “mengendalikan”. Kata ini dapat pengaruh dari bahasa prancis “Manege” yang berarti “Kepeemilikkan kuda” (yang berasal dari bahasa inggris yang berarti seni mengendalikan kuda)< dimana istilah inggris ini juga berasal dari bahasa italia. Bahasa prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa inggris menjadi “management” yang berarti “seni melaksanakan dan mengatur”

     Manajemen dapat di artikan “sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengisian staf, pemimpinan dan pengontrolan untuk optimasi penggunaan sumber-sumber dan pelaksanaan tugas-tugas dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien”. Manajemen adalah suatu proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dann sumberdaya organisasi lainnya.

Pngertian manajemen menurut para ahli
·      Menurut mary parker follet
Manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi lain untukk mencapai tujuan organisasi.

·      Menurut ricky w. griffin
Sebagai sebuah proses pererncanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terororganisir dan sesuai dengan jadwal.

·      Menurut drs. Oey liang lee
Manajemen adlah seni ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia unutk mencapai tujuan yang ditetapan

·      Menurut prof. eiji ogawa
Manajemen adalah perencanaan, pengimplemenetasian dan pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengna terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.

·      Kurikulum 1975
Manajemen adalah usuaha bersama guna mendayagunakan semua sumber-sumber (personil maupun materiil) secara efektif dan efisien untuk menunjang tecapainya tujuan pendidikan . ini disebutkan dal buku pedoman pelaksanaan kurikulum III D dari sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas..
Dari beberapa definisi menurut asa kata dan definisi dari endapat ahu, maka dapat ditarik kesimpulan mengenai apa yang dimaksud menagemen. Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumberdaya .

b.   Konsep organisasi pendidikan

     Kenyat   anya, kehidupan manusia berkelompok dan berhimpun dalam berbagai organisasi. Hal ini merupakan sifat qodrati dank has manusia sebagai manifestasi makhluk berbudaya. Karena itu banyak organisasi yang dirancang dan dibentuk manusia sebagia cara untuk membantu memudahkan pemenuhan kebutuhan hidup dari generasi kepada generasi berikutnya. Berbagi wadah manusia berkumpul dan bekerjasama dalam berbagai pengabunga kebutuhan, visi, misi dan tujuan. Bentuk organisasi pemerintahan, keagamaan, adat-istiadat, wujud paguyuban, sosial perbanka, industry, rumah sakit dan organisai pendidikan mnjadi fenomena yang tidak pernah berakhir dalam kehidupan kelompok, masyarakat dan setiap bangsa.

     Organisasi adalah keseluruhan perpaduan unsure manusia dan non-manusia yang masing-masing emiliki fungsi dan berinteraksi dalam mencapai tujuan. Secara sederhana dijelaskan oleh Bayle, et al (1986:10) bahwa “organization is a collection of  people working together in a division of labour to achieve a common purpose”. Maka dalam definisi ini ada keluasan ragam bentuk perkumpulan orang, diantaranya kelompok persaudaraan, klub olahraga, organisasi sukarela, organisasi agama, seperti halnya juga bisnis, sekolah, lembaga pemerintahan, rumah sakit, serta lembaga lain yang eksis di masyarakat.

      Setidaknya, suatu organisasi merupakan kelompok yang terorgansasikan terdiri dari sedikitnya dua orang yang berfungsi untuk mencapai sasaran umum atau seperangkat sasaran (Gibson, Ivancevich dan Donnely, Jr, (1997:4).

     Secara pribadi objek atau sumber daya yang menjadi kajian dalam manajemen pendidikan ada tujuh, yaitu :
a.    Man (manusia) adlah sumberdaya tepenting yang perlu dikelola dalam manajmen pendidiakn, pemgelolaan yang basa dilakukan misalnyadengan mengorganisasikan manusia dengan melihat apa yang menjadi keahlian orang tersebut.
b.    Money (uang) dimaksud untuk mengelola pendanaan atau biaya secara efisien sehingga tidak terjadi pemborosan dalam suatu lembaga pendidikan.
c.    Materials (bahan materi) merupakakn aspek yang tidak kalah penting dalam manajemen pendidikan, melalui pengelolaan material maka bias berbentuk kurikulum yang berisi panduan dasar untuk mentransfer ilmu dari guru ke sisw.
d.   Method, pengelolaan metode juga harus dilakukan dengn baik, metode yang digunakan untuk mngejara guru di sekolah satu dengn guru di sekolah lain tidak sama karena tergantung pada kesiapan siswa yang diajar.
e.    Machines, pengelolaan masin bertujuan untuk dapat mengelola mesin yang digunakan untuk mnedukung proses belajar mengajar supaya dapat digunkaan sebaik mungkin dan tidak cepat mengalamu kerusakan, untuk orang yang mengelola mesin biasanya harus orang yang benar-benar tau cara merawat mesin tersebut denganbaik.
f.     Market (pasar) adaah salah sau kunci yang menetukan sekolah atau lembaga pendidikan tersebut menjadi lembaga pendidikan yang besar atau kecil, pasar yang dimaksud adlah masyarakat secara luas, sasaran yang dituju adlah masyarakat yang berniat menyekolahkan putra-putri mereka.
g.    Minute (waktu) perlu dikelola dengn baik Karena waktu belajar peserta didik di sekolah sangat tebatas, sehingga perlu pengelolaan yang baik supaya waktu belajar mengajar menjadi lebih efisien.

c.    Tujuan belajar menejemen pendidiakn
a.    Efisien dalam menggunakan sumber daya
Dengan mempelajari manajemen pendidiakn dengan baik diharapkan seseorang dapat mengelola sumber dyaa secara efisien, misalnya sumber daya yang pembiayaan, waktu dan lain sebagainya.

b.    Efektif dalam pencapaian tujuan
Dengnan mempelajari manajemen pendidikan secara berkseinambungan dan secara sungguh-sungguh, diharapkan seseorang dapat mengefektifkan proses dan sumber daya yang dikelola untuk mencapai tujuan deng optimal

c.    Bermuara pada tujuan pendidikan
Tujuan manjemen pendidikan tidak akan lepas dari tujuan nasional, yaitu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencrdaskan kehidupan bangsa, beertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

d.   Mendukung kegiatan pendidikan dalam upaya mencapai tujuan.
Manajemen pendidiakn juga mendukung dan menfasilitasi kegiatan endidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan pendidikan didukung engan manajemen pendidikan yang baik, akan mendapatkan hasil yang baik sehigga tujuan pendiidkan yang ditargetkan tercapai

     Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita-cita yang diharapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segalaaspek kehidupan.

       Tujuan pendidikan dlam UU Sisdiknas pasal 3 menyatkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdakan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta tanggung jawab.

3.    Klasifikasi berdasrkan tujuan utama

     Setiap organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan atau seperangkat tujuan yang dapat dijelaskan dalam pengertian umum unutk memenuhi keinginan, kebutuhan, harapan para anggotanya. Organisasi dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan utama dari para anggotanya yang ingin dipenuhi sebagai berikut:
Ø Organisasi pelayanan yang berupaya membantu anggotanya tanpa memungut bayaran penuh dari setiap penerima layanan
Ø Organisasi ekonomi menyediakan barang dan jasa sebagai imbalannya adalah pembyarn
Ø Organisasi keagamaan yang menyediakan kebutuhan spiritual anggotanya
Ø Organisasi perlindungan yang melindungi seseorang dari kejahatan
Ø Organisasi pemerintahan yang daoat memenuhi kebutuhan untuk keteraturan dan keberlanjutan
Ø Organisasi yang melayani kebutuhan social seseorang untuk nerhubungan
Ø Dengan lain identifikasi saling mendukung
    
     Selain dasar-dasar klasifikasi untuk menetapkan bentuk-bentuk organisasi sebgaimana dikemukakan di atas, bentuk organisasi dapat pula dilihat dari fungsi dan tujuan. Bentuk teknologi yang digunakan cara memperoleh, atau siapa yang memperoleh keuntungan dari organisasi. Parson katz dan kahn dalam naraya dan nath (1993) adalah diantara mereka yang mengklasifikaikan organisasi ke dalam bentuk-bentuk yang berbeda tersebut.

    Khususnya mengenai pemanfaatan  sumber dya menusia sebgai elemen utama organisasi. Manusia dalam organisai sebagai guna sumber-sumber yang bebas dan membantu organisasi untuk memperoleh sumber-sumber yang bebas dan membantu. Organisasi untuk memperoleh sumber-sumber lain ang diperlukan. Hal ini penting oleh karena tanpa pengelolaan sumber-sumber secara efektif maka kemungkinan beasr akan terjadi pemborosan dan apabila organisasi mencapai tujuannya maka hal itu hanya akan bersifat kebetulan saja. Sumber-sumber harus salurkan dan diarahkan atau dengan istilah umm adalah “dikelola” dengn baik yang sudah tentu oleh manajer. [6]

[1] Manajemen organisasi pendidikan, perspektif sains dan islam. Prof dr syafaruddin, mpd
[2] Ibid.
[3] Picit, Arnold, ralf reichwald, dkk, information, organization and management, Arkansas : Spinger-verlag berlin Heidelberg, 2008
[4] Syafaruddin, manajemen organisasi pendidikan, , perdana publishing : medan, 20015
[5] Hafiduddin, didin., tanjung, hendri., manajemen syariah dalam praktik, Jakarta : Gema  Insani, 2003
[6] Abdul aziz, anatomi organisasi dan kepemimpinan pendidikan
[7] Manajemen organisasi pendidikan, perspektif sains dan islam. Prof dr syafaruddin, mpd
[8] Syafaruddin, manajemen organisasi pendidikan, , perdana publishing : medan, 20015

[9] Hafiduddin, didin., tanjung, hendri., manajemen syariah dalam praktik, Jakarta : Gema  Insani, 2003

Tidak ada komentar:

Posting Komentar